BNI, Bank Nasional Pertama Tangani Kontrak di Blok Mahakam
Trustee and Paying Agent Agreement (TPAA) yang ditandatangani langsung oleh Direktur Utama BNI, Gatot M. Suwondo, Direktur Keuangan Pertamina, Andri T. Hidayat, Presdir Total E&P Indpnesie Elisabeth Proust, juga Senior Manager Marketing Gas dan Minyak Bumi Inpex Corporationm Hiroshi Kato yang disaksikan langsung oleh Kepala SKK Migas Rudi. Penandatanganan TPAA dilangssungkan di di kantor SKK Migas Jakarta, Senin (25/2/13) (Foto: Ain/Seruu.com)
Saya ngbrol sama bu Elizabeth sejak 3 tahun lalu, bagaimna kalau kita trustee. Dia bilang apa bisa. Saya jawab bagaimana kita bisa buktikan kalau kami nggak dikasih kesempatan karena di Indonesia belum ada UU trustee. Akhirnya kita buka trustee di Singapura, and she said just showing. Ini tidak mudah, dan kami memang punya cabang di Singapura. Dengan hari ini kita tandatangani MoU, mari buktikan! - Gatot M. Suwond

Jakarta, Seruu.com - Kini pembayaran dari penjualan kontrak-kontrak gas di blok Mahakam lebih mudah melalui salah satu bank nasional yang tidak lain adalah BNI. Kemudahan akses transaksi ini dimulai dengan ditunjuknya BNI sebagai trustee dan paying agent untuk penjualan gas alam cair (LNG) dan LPG di blok Mahakam, Kalimantan Timur.

Trustee and Paying Agent Agreement (TPAA) ini ditandatangani langsung oleh Direktur Utama BNI, Gatot M. Suwondo, Direktur Keuangan Pertamina, Andri T. Hidayat, Presdir Total E&P Indpnesie Elisabeth Proust, juga Senior Manager Marketing Gas dan Minyak Bumi Inpex Corporationm Hiroshi Kato yang disaksikan langsung oleh Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini.

Rudi Rubiandini dalam sambutannya menyampaikan sangat gembira dengan adanya agreement ini, karena ia melihat sebagai consorsium adalah Pertamina yang ditunjuk pemerintah, dan Total sebagai kontraktor operator blok Mahakam. Sementara BNI sebagai trustee and paying agent pertama dari bank nasional yang dinilainya menjadi  awal dari sebuah kepercayaan, meski dikatakannya tidak mudah diperjuangkan.

"Kalau gunakan bank dalam negeri akan dapatkan 10% untuk TKDN. Sub kontrktor di sektor migas juga pakai bank dalam negeri. Ini pertama kali kita tanda tangani karena yang biasa pakai bank asing. Filosofinya makan bubur ayam, makan dari pinggir yang dingin jangan langsung yang panas. Artinya kita mulai dengan transisi, jadi nanti tanpa harus lewat SKK BNI sudah dikejar-kejar," jelas Rudi di kantor SKK Migas Jakarta, Senin (25/2/13).

Rudi mengakui, memperkenalkan diri bukanlah sesuatu yang mudah ketika harus bersaing di dalam dan luar negeri bahkan dirintis sejak 2 tahun lalu. Hal tersebut diamini Dirut BNI Gatot M. Suwondo, ia menceritakan dirinya sejak 3 tahun lalu telah memulai pembicaraan dengan Elizabeth Proust.

"Saya ngbrol sama bu Elizabeth sejak 3 tahun lalu, bagaimna kalau kita trustee. Dia bilang apa bisa. Saya jawab bagaimana kita bisa buktikan kalau kami nggak dikasih kesempatan karena di Indonesia belum ada UU trustee. Akhirnya kita buka trustee di Singapura, and she said just showing. Ini tidak mudah, dan kami memang punya cabang di Singapura. Dengan hari ini kita tandatangani MoU, mari buktikan!" ucap Gatot.

Gatot berharap, BNI akan mampu memfasilitasi kebutuhan dari perusahaan minyak asing di Indonesia. Bahkan pihaknya menjanjikan membiayai sub kontraktor.

Demikian juga diucapkan Rudi, tidak hanya sampai trustee and paying kerjasama ini diharapkan mampu mengoptimalkan bisnis hulu migas, "Kita harus fight, semoga ini menguntungkan dalam kerjasama ini. 5-10 tahun yang akan datang perbankan nasional mesti bisa biayai seluruh investasi di hulu migas," tandas Rudi. [Ain]
 

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU