Pertamina Tunggu Selesai Diclosure Harvest Dengan Venezuela
VP Corporate and Communication Pertamina, Ali mundakir saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (25/2/2013) (Foto: Ain/Seruu.com)
Yang sudah memberikan disclosure dari pihak Harvest bukan dari pihak Pertamina, jadi tolong ditaati dulu itu sampai kita selesai dari pihak Harvest. Nunggu proses closure-nya ini kan ada proses administrasi dan sebagainya, setelah itu baru akan kita close karena memang yang punya kewajiban disclosure itu Harvest kalau kita kan nggak - Ali mundakir

Jakarta- Seruu.com – Langkah PT Pertamina (Persero) melakukan  ekspansi ke Venezuela kini masih dalam tahap menunggu proses yang dilakukan Harvest Natural Resources Inc dengan Pemerintah Venezuela.  Sebelumnya proses transaksi penjualan aset Harvest sempat tertunda, karena pemerinah Venezuela menduga ada minyak yang menjadi aset milik pemerintah masuk dalam transaksi penjualan tersebut.

“Kita memang ada rencana untuk membeli aset Harvest yang dijual, namun yang melakukan disclosure itu pihak Harvest bukan dari pertamina,” kata Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan kepada wartawan seusai acara penandatanganan BNI sebagai Trustee and Paying Agent di Jakarta, Senin (25/2/13).

Demikian pula dikatakan VP Corporate and Communication Pertamina Ali Mundakir, Pertamina memang sudah ada perjanjian dengan Harvest, tapi karena pihak Harvest yang memberikan disclosure bukan dari Pertamina maka ini yang saat ini ditaati terlebih dahulu.

“Yang sudah memberikan disclosure dari pihak Harvest bukan dari pihak Pertamina, jadi tolong ditaati dulu itu sampai kita selesai dari pihak Harvest. Nunggu proses closure-nya ini kan ada proses administrasi dan sebagainya, setelah itu baru akan kita close karena memang yang punya kewajiban disclosure itu Harvest kalau kita kan nggak,” jelas Ali.

Untuk diketahui, Harvest merupakan perusahaan minyak yang beroperasi di Venezuela dan sebagian kecil sahamnya dimiliki oleh PT Pertamina setelah pada tahun lalu Harvest setuju untuk menjual sahamnya sebesar 32 persen kepada Petrodelta SA, yang tidak lain merupakan perusahaan patungan antara PT Pertamina dengan Petroleos de Venezuela SA. Belakangan ini Menteri Perminyakan Venezuela Rafael Ramirez menyatakan negara tersebut menyatakan bakal merestui transaksi tersebut, bahkan Ramirez menyatakan puas dengan negosiasi yang dilakukan oleh Harvest dan Pertamina.

“Saya berbicara kepada mereka berdua, tentang adanya klausul penjualan cadangan minyak milik pemerintah Venezuela dalam usulan negosiasi Harvest yang seharusnya tidak ada, namun saat ini Kami puas dengan negosiasi-negosiasi yang dilakukan. Kami juga menyukai perusahaan yang ingin membeli saham ini, Kami akan segera menyetujui penjualan setelah persoalan negeosiasi ini selesai,” kata Ramirez dikutip dari beberapa media (15/2/13).[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU