Ini Yang Harus Dilakukan Pemerintah Agar Konversi Jalan
Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia Ninasapti Triaswati (Foto: Ain/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com – Semakin banyak pihak yang menyangsikan konversi BBM (bahan bakar minyak) ke BBG (bahan bakar gas) kn terealisasi tahun ini, tidak hanya dari pengamat kebijakan, pengamat migas yang meyakini gagalnya konversi. Satuan Kerja Khusus Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bahkan Komisi 7 pun berpikiran sama.

Sebagai bukti, telah dikatakan Widyawan Prawiraatmadja, Deputi Perencanaan SKK Migas kebutuhan gas untuk konversi BBM ke BBG tidak besar hanya 50 MMSCFD, dan pihaknya sanggup untuk mengawal program konversi di tahun 2013 ini.

Namun ada menurutnya pemerintah harus totalitas dalam melaksanakan, juga memberikan insentif agar masyarakat mau berpindah ke gas. Dari sisi parlemen, anggota Komisi 7 DPR RI Bambang Wuryanto menegaskan, belum disiapkannya syarat-syarat objektif dengan benar, juga tidak adanya roadmap yang jelas menjadi indikator utama penyebab gagalnya konversi BBM ke BBG.

Dari sisi kebijakan ekonomi, anggota Komite Ekonomi Nasional Ninasapti Triaswati, turut mengkritisi mendegnya program pengendalian BBM subsidi tersebut, dengan dropnya anggaran daari APBN 2013 dibandingkan APBN 2012 menurutnya sudah menjadi  lampu merah dari cerita minyak nasional.

“Minyak kita jalan paling cepat ke gas, karena itu yang kita punya banyak, bukan hanya mau tapi kapan? Nanti ternyata 2014!

Kalau kita serius konversi, kita mulai dari diri kita sendiri, benar nggak kita mau mulai, kalau iya paling nggak semua mobil pemerintah pakai gas dulu, transportasi umum pakai gas, dan produksi besar-besaran infrastrukturnya, itu planning kalau ada kapan realisasinya?”, tegasnya kepada Seruu.com di Jakarta, selasa (26/2/2013).

Dalam pembahasan dalam Komite Ekonomi Nasional, pengamat kebijakan ekonomi ini menjelaskan untuk target menurunkan jumlah penggunaan BBM bersubsidi bukan hanya dari menaikkan harga. Berdasarkan penghitungan Komite Ekonomi Nasional, justru opsi kenaikan ini menimbulkan inflasi tinggi yang akan membebani rakyat. Malah perhitungan ekonomis menjadi tidak optimal walaupun bisa membuat distorsi harga.

Istri alm. Wamen Widjajono ini mewacanakan pembatasan BBM subsidi yang hanya bisa digunakan oleh motor dan angkutan umum untuk sementara selama belum tersedia converter kit. Maka dengan demikian semua mobil tanpa pengecualian, maupun pembatasan CC yang dinilainya terlalu rumit dilarang menggunakna BBM subsidi.

“Kita jelaskan yang boleh pakai minyak hanya motor dan kendaraan umum sementara dia tidak bisa pakai converter kit, bajaj kan sudah  bisa, transjakarta bisa kalau perlu semua bus. Mobil pribadi dilarang pakai premium jangan pakai aturan CC segala, ini jadi problem terlalu teknis”, imbuhnya.

Selain itu ia meminta kepada pemerintah agar kebijakan ini terlaksana dengan maksimal, ada reward juga punishment dalam realisasinya. Juga ditingkatkan pengawasan oleh pihak yang berwajib, jika perlu masyarakat mendapat insentif bila menemukan penyelewengan di dalam realisasi konversi ini.

“Orang ngerti ada polisi yang awasin itu, wartawan suruh foto saja nanti ditelusuri dan ada hadiah dari prmrintah buat yang nangkap. Itu insentif buat masyarakat selama ada kemauan semua bisa. Polisi kalau dapat insentif juga pasti jalan, nangkap penimbun kalau polisi kerjasama sama penimbun dipecat, ini PR-nya maka harus ada peta besar jangan tiba-tiba”, pungkasnya. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU