Anggota Komisi VII: PT Timah Jangan Sepelekan Nyawa 5 Korban Laka
Tiga makam simbolik bagi korban longsor di galian PT Timah yang dibuat tim evakuasi PT Timah (Foto: Ain/Seruu.com)
PT Timah bisa lepas tangan karena yang bertanggungjawab adalah CV yang di bawah mereka seperti itu menurut mereka, IT juga demikian menyatakan salahnya korban. Lepas dari itu semua ini menyangkut 5 nyawa manusia, apapun kejadiannya PT Timah sebagai holding tetap harus bertanggungjawab, jangan menyepelekan nyawa manusia-lah, kebetulan misalnya tidak terjadi di PT Timah tapi di CV Selinsing, ini menyangkut nyawa 5 orang harus ada suatu punishment - Ismayatun

Jakarta, Seruu.com – Janji PT Timah (Persero) Tbk untuk mengadakan jumpa pers terkait kecelakaan tambang yang dialami 5 karyawan CV Selinsing Anugrah Mining yang tidak lain adalah mitra kerja perusahaan pelat merah ini lagi-lagi meleset. Kecelakaan tambang akibat longsornya tanah di IUP bekas lahan tambang PT Timah yang dikabarkan telah direklamasi ini terjadi Sabtu (19/2/13), dan hasil investigasi berupa berita acara telah diserahkan kepada pihak-pihak terkait pada Selasa (26/2/13). Tapi hingga hari ini konpers sekaligus klarifikasi yang pernah dijanjikan Corsec PT Timah Agung Nugroho tidak juga ada kepastian.

Anggota Komisi VII DPR RI Ismayatun dengan tegas menyebut PT Timah ingin lepas tangan dari permasalahan ini, tapi ini tentu tidak bisa dilakukan meski kelima korban tewas adalah karyawan mitra. Apapun alasan PT Timah,  Isma menilai ini sama halnya korporasi menyepelekan nyawa lima orang manusia.

“PT Timah bisa lepas tangan karena yang bertanggungjawab adalah CV yang di bawah mereka seperti itu menurut mereka, IT juga demikian menyatakan salahnya korban. Lepas dari itu semua ini menyangkut 5 nyawa manusia, apapun kejadiannya PT Timah sebagai holding tetap harus bertanggungjawab, jangan menyepelekan nyawa manusia-lah, kebetulan misalnya tidak terjadi di PT Timah tapi di CV Selinsing, ini menyangkut nyawa 5 orang harus ada suatu punishment,” tegas Ismayatun kepada Seruu.com di Jakarta, Kamis (28/2/2013).

Politisi PDIP ini menjelaskan pastinya sudah ada IT yang datang dan ini sebenarnya tugas IT sebagai seorang auditor dari hal teknis dalam suatu keadaan tambang, apakah memang infrastrukturnya tidak bagus atau memang SDM yang tidak capable. Semestinya laporan IT walau bagaimanapun menjadi acuan PT Timah, apakah yang menjadi penyebab kecelakaan.

“Misalnya transparan dengan mengetahui penyebab kalau sudah ada hasil analisa jutru membantu bagi PT Timah bukan menjadi ketakutan, dari hasil investigasi berarti SDM yang salah lantas mengapa tidak ada yang mengawasi hingga salahi SOP. Kemana pengawas PT Timah, walaupun di luar SOP berarti selama ini pengawasan terhadap pekerja tidak ada,” paparnya.

Yang pasti, Ismayatun tidak paham apa motif perusahan di bawah naungan Sukrisno tersebut, “saya nggak ngerti apa motif dari PT Timah menutupi atau tidak membuka setransparan mungkin terhadap apa yang terjadi di PT Timah, karena sebenarnya kalau memang tidak ada apa-apa lantas mengapa ditutup-tutupi”, pungkas Isma.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU