Pertamina Pasti Mampu Kelola Blok Mahakam Dengan Human Capital
Wahdiat, Ketua Aliansi Rakyat Kaltim Untuk Blok Mahakam (foto: Ain/Seruu.com)
Pertamina bisa saja mencari dana dari pihak ketiga dan hal itu bukan soal sulit, Rudi nggak pernah jadi pelaku dan tidak pernah tahu final funding, Pertamina juga cari funding. Migas itu Bank-able, dan dana itu bisa dikembalikan melalui mekanisme cost recovery. Ini soal kemauan saja, semua bisa dicarikan strateginya, dan mudah - Wahdiat

Jakarta, Seruu.com - Selasa (19/2/13) lalu Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini dengan lantang menyuarakan pentingnya kolaborasi pasca usainya masa kontrak Total E&P Indonesie di tahun 2017 nanti. Meski menurutnya bukan berarti tetap Total yang menjadi operatorshipnya, namun ia menjelaskan  kehadiran Total tetap dibutuhkan mengingat besarnya pendanaan untuk eksplorasi demi mendapatkan sumur minyak baru untuk meningkatkan produksi migas.

"Perlu dilakukan kolaborasi dengan asing,  mana mungkin pakai uang sendiri,  kita tidak punya uang segede itu walaupun punya tidak untuk bermain-main dengan eksplorasi, kita harus punya kolaborasi. Katanya kalau ntar Pertamina uang tinggal cari, kenapa cari uang Total sudah ada uangnya kenapa harus repot-repot cari kan di sebelahnya ada Total," kata Rudi Rubiandini ketika ditemui di Jakarta, Selasa (19/2/2013).

Wahdiat, Ketua Aliansi Rakyat Kaltim Untuk Blok Mahakam menolak keras pernyataan Kepala SKK Migas. Saat masa kontrak Total habis secara otomastis teknologi yang diinvestasikan oleh Total di blok tersebut, bukan lagi milik perusahaan Perancis ini melainkan sudah menjadi milik negara karena ada cost recovery.

"Pertamina bisa saja mencari dana dari pihak ketiga dan hal itu bukan soal sulit, Rudi nggak pernah jadi pelaku dan tidak pernah tahu final funding, Pertamina juga cari funding. Migas itu Bank-able, dan  dana itu bisa dikembalikan melalui mekanisme cost recovery. Ini soal kemauan saja, semua bisa dicarikan strateginya, dan mudah,” tegas Wahdiat ketika ditemui di Jakarta oleh Seruu.com, Jumat (1/3/13).

Permasalahan infrastruktur, teknologi, modal dan kemampuan sumber daya manusia bukan persoalan lagi jika memang nantinya 100% blok Mahakam dikelola oleh Pertamina. Bagaimana tidak, dari 4000 keseluruhan karyawan Total 98% adalah WNI dan 12% ekspatriat, tentunya menurut Wahdiat mereka bisa ditarik langsung dan dipekerjakan di Pertamina. Namun dengan satu catatan, mereka harus mendapatkan fasilitas dan kenyamanan seperti saat berada di Total.

"Kita nanti punya eks Total yang kita sebut human capital, tingkatkan mereka punya kesejahteraan. Selama ini nyatanya jika ada masalah di sumur-sumur nasional SDM dalam negeri ini yang turun. Saya akan lawan, tidak ada alasan human capital diberhentikan," jelasnya. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU