Direktur Eksekutif Indonesian Mining Assosiation (IMA), Syahrir AB (Foto: Ain/Seruu.com)
Feeling kami nggak akan selesai. Bauksit bisa, pasir besi bisa tapi kalau ada zinc tembaga itu nggak mungkin terealisasi 2014. Contohnya listrik, PLN siap untuk Jatim, apa kita pindahkan semua ke Jatim? Apa distribution dari negeri ini di Jatim. Pembangunan tidak hanya di Jatim, pernah kita bahas dalam vocal grup discussion kita belum punya industry requirement input. Semua bicara hilirisasi, kita nunggu aja kami bilang sama pemerintah supaya kami ini skala ekonomis dengan investasi sekian million USD dengan kegiatan di sini-sini kami butuh 60 ribu Ha, tapi tidak sesuai dengan UU pasal 171 tolong dong beri persetujuan - Syahrir AB

Jakarta, Seruu.com - Tanggal 10 dan 11 April 2013 mendatang Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) akan mengundang semua asosiasi tambang guna membahas hilirisasi mineral yang hanya tersisa deadline waktu 9 bulan menuju 2014. Seperti tercantum di UU Nomor 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara, pada pasal 170 dijelaskan Kontrak Karya yang sudah tahap produksi wajib melakukan pemurnian paling lambat 5 tahun setelah diterbitkannya UU.

Dikatakan Direktur Eksekutif Indonesian Mining Assosiation (IMA),  Syahrir AB, belakangan memang Freeport acapkali disebut tidak sepakat dengan pembangunan smelter dalam negeri karena dinilai tidak ekonomis. Ia mengungkapkan persoalannya bukan ekonomis, tapi butuh waktu membangun smelter ini sampai tahun 2017 sementara di UU jelas hanya sampai 2014 batas waktunya.

"Bisa nggak ini sampai 2017, UU mengatakan 2014 itu persoalannya kita berada 9 bulan dari Januari 2014, what we have to do? Mari kita cari penyelesaian, posisi kita 9 bulan lagi menuju Desember 2013 karena 2014 kalau menurut UU stop untuk pemegang KK kalau tidak terpenuhi," katanya ketika ditemui di Balai Kartini, Jakarta,  sore kemarin, Kamis (28/3/13).

Ia mendesak pemerintah agar bagaimana dengan DPR bisa menyikapi kewajiban dari UU Minerba dalam posisi 9 bulan ini. Maka diharapkan nanti saat duduk bersama dengan pemerintah IMA bisa mengutarakan banyaknya permasalahan dalam smelterisasi seperti permasalahan infrastruktur, energi juga tidak adanya map hilirisasi yang jelas.

"Karena kita berada di 9 bulan dan 9 bulan lagi apa yang bisa kita kerjakan sampai 2015, 2016 apa itu kita bikin decision antara pemerintah dan asosiasi.  2017 apa kita harus bisa proses itu dulu yang kita pegang. Tapi begitu masuk 2011 no more discusion," ujarnya.

Syahrir meyakini target ini tidak akan rampung 2014 mengingat banyaknya kendala tehnis yang belum bisa dipecahkan oleh pemerintah.

"Feeling kami nggak akan selesai. Bauksit bisa, pasir besi bisa tapi kalau ada zinc tembaga itu nggak mungkin terealisasi 2014.  Contohnya listrik, PLN siap untuk Jatim, apa kita pindahkan semua ke Jatim? Apa distribution dari negeri ini di Jatim. Pembangunan tidak hanya di Jatim, pernah kita bahas dalam vocal grup discussion kita belum punya industry requirement input. Semua bicara hilirisasi, kita nunggu aja kami bilang sama pemerintah supaya kami ini skala ekonomis dengan investasi sekian million USD dengan kegiatan di sini-sini kami butuh 60 ribu Ha, tapi tidak sesuai dengan UU pasal 171 tolong dong beri persetujuan," tandasnya.[Ain]

Tags:

Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar b
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar