Ekspor Batu Bara Dicatat Alami Penurunan
tambang-batubara

Jakarta, Seruu.com - Ekspor batu bara Dicatat Alami Penurunan, Hal ini disebabkan adanya pengurangan permintaan dari India dan Tiongkok. Bahkan, berdasarkan data dari Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) pengurangan tersebut hampir setengah dari total ekspor biasanya kedua negara.

Direktur Eksekutif APBI Supriatna Suhala tidak menampik pengurangan ekspor ke India dan Tiongkok saat ini memang signifikan. Apabila biasanya bisa mengirimkan sebanyak 130 juta ton, tetapi sekarang ini hanya sekitar 65 juta sampai 70 juta ton.

"Pengurangan India dan Tiongkok memang signifikan, tinggal setengah. Dari 130 jutaan sekarang tinggal 65 juta sampai 70 juta ton," kata Supriatna Suhala, di Jakarta, Jumat (15/7/2016).

Supriatna Suhala menjelaskan bahwa ada alasan tersendiri kedua negara tersebut mengurangi impornya. Salah satu alasan Tiongkok mengurangi impor batu bara dari Indonesia saat ini karena Tiongkok ingin menggunakan energi yang lebih bersih yakni penggunaan gas yang dibelinya dari Rusia.

"Mereka sedang ganti menggunakan gas. Tiongkok ini lagi sedikit kaya. Mereka ingin yang lebih bersih. Jadi lagi gunakan gas. Itu mereka beli dari Rusia," jelas Supriatna Suhala.

Penurunan ini tidak dipungkirinya akan memberikan dampak terhadap penerimaan negara dari sektor minerba. Bukan hanya ekspor saja yang menurun, namun dari sisi harga juga mengalami penurunan. "Tentu menurunkan dan saya kira demikian. Turunnya bukan cuma dari volume soalnya. Dari harga juga," ujar Supriatna Suhala.

Sementara itu, Deputi Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia menambahkan bahwa pengurangan ekspor batu bara ke Tiongkok terjadi dikarenakan sekarang ini beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang sudah tua sengaja tidak dioperasikan. Mereka mengurangi ketergantungan energi fosil.

"Alasan Tiongkok karena mereka sudah berkomitmen mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil. Hal ini terlihat di banyak PLTU batubara yang sudah tua yang tidak diteruskan," pungkas Hendra Sinadia.

Kementerian ESDM mencatat realisasi ekspor batu bara turun dibandingkan perode yang sama di tahun lalu. Saat ini, ekspor batu bara hanya tercatat 80,22 juta ton. (MTN/RS)
 

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU